Minggu, 15 April 2018

SALES COMPETENCE

APA ITU SALES COMPETENCE ?


Pengertian Sales Competence

1. Sales Competence adalah seorang tenaga penjualan yang memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan menjual produk atau jasa ( Ibnu sina, 2018 )

2. Kompetensi tenaga penjualan merupakan suatu bentuk pengetahuan yang
dimiliki oleh tenaga penjualan yang nantinya akan berpengaruh pada hubungan
bisnis (Kristina, 2005). 

Kompetensi tenaga penjualan pada umumnya sering
ditunjukkan melalui tindakan atau solusi-solusi yang diberikan oleh tenaga
penjualan untuk pelanggan. Liu dan Leach (2001) menyebutkan bahwa seorang
tenaga penjualan harus mampu menyampaikan informasi yang dimilikinya kepada
pelanggan agar pelanggan dapat menjadi yakin untuk menjalin kerjasama yang
baik. Untuk dapat menyampaikan informasi-informasi yang demikian seorang
tenaga penjualan perlu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai produknya
dan juga harus mampu memberikan solusi-solusi yang dibutuhkan pelanggan.
Tenaga penjualan juga harus dapat dijadikan sandaran oleh pelanggan dalam hal
keahlian dan pengetahuannya mengenai produk yang ditawarkan.

Liu dan Leach (2001) dalam penelitiannya juga melaporkan bahwa
kompetensi tenaga penjualan berpengaruh secara signifikan pada kepercayaan
pada tenaga penjualan dan kepercayaan terhadap tenaga penjualan dipengaruhi
oleh beberapa karakteristik salah satunya adalah keahlian dari tenaga penjualan itu
sendiri. Dalam melakukan pekerjaannya tenaga penjualan membutuhkan rasa
percaya dari para pelanggan bahwa tenaga penjualan akan menepati janji serta
memperhatikan pelayanan terhadap pelanggan secara keseluruhan. 

Dalam konsep relationship marketing, tenaga penjualan perlu memfokuskan suatu kepercayaan dan keramahan yang dapat menjamin hubungan antara pembeli dengan penjual (Foster &Cadogan 2000 dalam Kristina, 2005). Lebih jauh Foster & Cadogan
24 (2000 dalam Kristina, 2005) menyebutkan kepercayaan pelanggan terhadap
tenaga penjualan telah diyakini sebagai faktor penentu kesuksesan penjualan dan
sebagai fasilitator dari proses pertukaran. Crosby et al., (1990 dalam Kristina, 2005) menyebut kepercayaan pada tenaga penjualan merupakan suatu keadaan dimana pelanggan dapat mengandalkan tenaga penjualan dalam memenuhi kebutuhannya dan menepati janji dalam waktu tertentu. Lebih jauh dari itu Foster & Cadogan (2000 dalam Kristina, 2005) menyebutkan semakin tingi nilai yang ditempatkan pelanggan
pada suatu hubungan kerja maka pelanggan tersebut lebih menyukai untuk
menjaga hubungan kepercayaan daripada risiko yang tidak pasti dari suatu proses
hubungan baru.

 Dalam pemasaran bisnis-to-bisnis, para pelanggan utama
diusahakan menerima nilai tambah yang diberikan oleh tenaga penjualan. Nilai
tambah dari pelayanan-pelayanan ini biasanya lebih suka diberikan oleh tenaga
penjualan yang dipercaya dan mempunyai kompetensi baik.
Tenaga penjualan yang kompeten menurut Kristina (2005) adalah: dapat
diandalkan (dependable), jujur (honest), memiliki keahlian (expert),
menyenangkan (likeable), memiliki pengetahuan yang baik mengenai produk,
memiliki pengalaman, mampu memberikan solusi yang dibutuhkan pelanggan.
Chow dan Holden (1997) menambahkan bahwa tenaga penjualan yang
menyenangkan (favourable) dan konsisten merupakan kompetensi yang banyak
disukai oleh pelanggan. Shephred (1998) menyebutkan kompetensi tenaga
penjualan meliputi menepati janji, tepat waktu, layanan purna jual, mudah
dihubungi, problem solver, dan mempunyai tingkat perhatian/empati tinggi.


Pelanggan yang merasa puas melakukan transaksi dengan suatu
perusahaan yang mempunyai tenaga penjualan dengan kompetensi tinggi akan
cenderung untuk tetap menjaga loyalitasnya terhadap perusahaan tersebut. Hal ini
mendapatkan penjelasan dengan sangat baik oleh Foster & Cadogan (2000 dalam
Kristina, 2005) yang menyatakan pelanggan yang mendapatkan pelayanan sesuai
dengan yang diharapkannya akan menggunakan pengalaman-pengalaman tersebut
untuk tetap meneruskan hubungan bisnis dan mendorongnya untuk meningkatkan
interaksi bisnis dengan perusahaan yang mempunyai tenaga penjualan
berkompetensi tinggi tersebut. Dengan kata lain bahwa pelanggan akan loyal
terhadap perusahaan perusahaan dengan tenaga penjualan yang mempunyai
kompetensi tinggi.


Berdasarkan atas uraian dan hasil penelitian diatas, apabila kompetensi
tenaga penjualan semakin semakin tinggi maka tingkat loyalitas pelanggan akan
semakin tinggi . Sehingga hipotesis yang diajukan adalah :
H1 : Semakin tinggi kompetensi tenaga penjualan maka makin tinggi loyalitas
pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar